Service desk, eskalasi, dan komunikasi ke pengguna
Informasi Dokumen
| Atribut | Keterangan |
|---|---|
| Kode Dokumen | DTSI-SOP-OPS-01 |
| Kode LPM | LPM.UHB.SOP04.04.06.03.09 |
| Revisi | 1.0 |
| Tanggal Efektif | — (ditetapkan saat persetujuan Kepala DTSI) |
| Pemilik Dokumen | Departemen Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI), Universitas Harapan Bangsa |
| Pemilik Proses | Kepala Departemen Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI) |
| Kelas | Wajib |
| Status | DRAFT — siap peninjauan pimpinan |
1. Tujuan
Menjamin setiap permintaan bantuan dan laporan gangguan layanan TI ditangkap secara terpusat, diklasifikasikan, ditangani sesuai prioritas, dikomunikasikan dengan jelas kepada pengguna, dan diarsipkan untuk pembelajaran serta audit—selaras ISO/IEC 20000-1 (service desk, komunikasi dengan pelanggan).
2. Ruang lingkup
Berlaku untuk:
- Seluruh layanan TI yang dikelola atau dioperasikan DTSI (mis. identitas & akses, jaringan kampus, email, aplikasi akademik/keuangan, hosting, laboratorium, cloud institusi).
- Civitas dan unit kerja Universitas Harapan Bangsa serta mitra yang berkontrak menerima dukungan melalui saluran resmi DTSI.
Di luar ruang lingkup: pengembangan fitur baru besar (masuk proyek/perubahan), pembelian aset (rujuk pengadaan), insiden murni keamanan siber yang memicu prosedur khusus (lihat DTSI-SOP-INC-01)—namun titik masuk tetap boleh melalui service desk untuk pencatatan awal.
3. Dokumen terkait
| Dokumen | Relasi |
|---|---|
| DTSI-SOP-OPS-10 | Permintaan layanan terstandarisasi (service request) |
| DTSI-SOP-INC-02 | Insiden gangguan layanan |
| DTSI-SOP-OPS-13 | Eskalasi ke problem management |
| DTSI-SOP-OPS-02 | Perubahan yang timbul dari tiket |
| DTSI-SOP-ADM-01 | Pengendalian rekaman |
4. Definisi
| Istilah | Makna |
|---|---|
| Tiket | Rekaman kerja di sistem ITSM institusi (nomor unik, riwayat, SLA). |
| Triage | Klasifikasi jenis pekerjaan, dampak, dan prioritas awal. |
| L1 / L2 / L3 | Tingkat dukungan: pertama (frontline), spesialis, ahli/mitra. |
| OLA | Perjanjian tingkat layanan internal antar tim DTSI. |
5. Saluran layanan resmi
Semua kontak harus tercatat di ITSM kecuali keadaan darurat yang memerlukan panggilan telepon disusul entri tiket maksimal 30 menit setelahnya.
| Saluran | Penggunaan | Larangan |
|---|---|---|
| Portal tiket / helpdesk | Utama untuk permintaan dan gangguan | Jangan mengirim kata sandi atau data rahasia penuh |
| Email layanan DTSI | [Diisi institusi: alamat resmi, mis. helpdesk@uhb.ac.id] | Bukan untuk ekskalasi keamanan sensitif tanpa enkripsi |
| Telepon / hotline | Prioritas tinggi, tidak bisa akses portal | Tetap buka tiket oleh agen |
| Meja layanan (jika ada) | Kunjungan fisik | Tetap buat tiket |
Data sensitif: arahkan pengguna ke saluran yang memenuhi klasifikasi data (lihat DTSI-SOP-AST-02); jangan meminta PIN/kata sandi.
6. Peran dan tanggung jawab
| Peran | Tanggung jawab utama |
|---|---|
| Kepala DTSI | Menetapkan jam layanan, menyetujui pengecualian SLA strategis, eskalasi ke Rektorat bila dampak institusional. |
| Manajer layanan / Koordinator service desk | Antrian global, shift, pelatihan agen, laporan bulanan, kualitas komunikasi. |
| Agen L1 | Buka tiket, triage, penyelesaian sesuai knowledge article, eskalasi. |
| Agen L2/L3 | Diagnosis mendalam, implementasi terkendali, koordinasi mitra. |
| Pemilik layanan (service owner) | Persetujuan bisnis penutupan insiden besar, prioritas antar unit. |
RACI rinci per jenis tiket dapat dilampirkan sebagai Lampiran A setelah daftar layanan disahkan.
7. Matriks prioritas (indikatif)
Prioritas ditetapkan berdasarkan dampak (berapa banyak pengguna/fungsi kritikal) dan urgensi. Kepala DTSI menyetujui definisi final; contoh:
| Prioritas | Dampak | Contoh | Target respons pertama (indikatif) |
|---|---|---|---|
| P1 — Kritis | Layanan utama universitas lumpuh total | SIAKAD/LMS down seluruh kampus | ≤ 15 menit |
| P2 — Tinggi | Degradasi besar, banyak pengguna | Email kampus lambat massal | ≤ 1 jam |
| P3 — Sedang | Bagian layanan, workaround ada | Satu gedung tanpa Wi‑Fi | ≤ 4 jam kerja |
| P4 — Rendah | Permintaan standar, satu pengguna | Reset sandi, panduan | ≤ 8 jam kerja |
[Diisi institusi: ubah angka dan contoh agar selaras kebijakan resmi.]
8. Prosedur operasional
8.1 Penerimaan dan pencatatan
- Sapa pengguna, identifikasi diri agen, dan kumpulkan: nama/NIDN/NIM atau unit, kontak, gejala atau kebutuhan, waktu mulai gangguan (jika insiden).
- Cari tiket duplikat; jika ada, gabungkan atau tautkan sebagai child sesuai aturan ITSM.
- Buka tiket baru dengan judul jelas, kategori (insiden / permintaan / konsultasi), dan layanan terdampak.
- Untuk insiden keamanan (indikasi malware, kebocoran data, akun disalahgunakan): klasifikasikan, eskalasi paralel ke DTSI-SOP-INC-01 tanpa menunda tiket layanan.
8.2 Triage dan perutean
- Terapkan matriks §7; set prioritas dan target resolusi di tiket.
- Jika permintaan layanan sesuai katalog → teruskan ke alur DTSI-SOP-OPS-10.
- Jika insiden → teruskan ke alur DTSI-SOP-INC-02 (pemulihan); service desk tetap memegang komunikasi pengguna kecuali didelegasikan.
- Jika memerlukan perubahan konfigurasi/rilis → buka atau tautkan RFC sesuai DTSI-SOP-OPS-02.
8.3 Penanganan L1 dan eskalasi
- Jalankan langkah dari knowledge base; dokumentasikan setiap tindakan dengan stempel waktu dan hasil (berhasil/gagal).
- Jika batas waktu L1 hampir terlampaui atau diperlukan hak istimewa teknis → eskalasi ke L2/L3 dengan ringkasan: gejala, yang sudah dicoba, log/error, kontak pengguna.
- Untuk P1/P2, beri pembaruan status kepada pengguna pada interval yang ditetapkan (mis. P1 setiap 2 jam, P2 setiap 4 jam kerja)—[sesuaikan di Lampiran SLA].
8.4 Penutupan
- Verifikasi pemulihan bersama pengguna bila memungkinkan; catat kode penutupan (mis. terselesaikan, workaround, dibatalkan).
- Jika akar masalah belum diperbaiki permanen, buka atau sarankan tiket problem (DTSI-SOP-OPS-13).
- Minta survei kepuasan singkat (opsional) sesuai kemampuan ITSM.
- Tutup tiket; pastikan lampiran dan rekaman lengkap untuk retensi sesuai DTSI-SOP-ADM-01.
8.5 Pelaporan
- Bulanan: ringkasan volume, MTTR per prioritas, tiket terbuka > SLA, top 5 jenis insiden, dan tindakan perbaikan ke Manajer layanan.
- Tinjauan manajemen: data diserahkan untuk agenda tinjauan SMKI/layanan TI.
Diagram alur — ringkasan eskalasi
flowchart TD
start([Kontak_masuk]) --> log[Buka_atau_gabung_tiket]
log --> triage[Triage_prioritas]
triage --> tipe{Jenis_pekerjaan}
tipe -->|Permintaan| sr[Alur_OPS-10]
tipe -->|Insiden| inc[Alur_INC-02]
tipe -->|Keamanan| sec[Paralel_INC-01]
inc --> l1{L1_selesai}
l1 -->|Ya| tutup[Penutupan_dan_survei]
l1 -->|Tidak| l23[L2_L3_dan_RFC_bila_perlu]
l23 --> tutup
sr --> tutup
9. Rujukan ISO (indikatif)
- ISO/IEC 20000-1:2018 — komponen layanan: incident management interface, service request, komunikasi dengan pelanggan.
- ISO/IEC 27002:2022 — aspek keamanan dalam komunikasi operasional dan penanganan awal insiden.
10. Rekaman wajib
- Setiap tiket dengan SLA, prioritas, riwayat tindakan, dan penutupan.
- Daftar shift dan penanggung jawab saluran (untuk audit ketersediaan).
- Laporan bulanan service desk.
11. Indikator kinerja
| Indikator | Definisi | Target (diisi institusi) |
|---|---|---|
| Kepatuhan pencatatan | % kontak yang punya tiket | ≥ 98% |
| Respons pertama | % tiket P1/P2 yang dapat respons dalam target §7 | [Diisi] |
| Kepuasan pengguna | Skor survei rata-rata | [Diisi] |
| Eskalasi berulang | % tiket L1 yang eskalasi > 2× | [Diisi] |
12. Tinjauan dokumen
Dokumen ini ditinjau minimal satu kali per tahun atau setelah: perubahan besar saluran layanan, insiden reputasi, audit, atau revisi SLA universitas.
Kontrol perubahan: perubahan isi wajib melalui DTSI-SOP-ADM-01 dan persetujuan Kepala DTSI.
Register SOP: Daftar SOP Operasional