Skip to content

Ketersediaan layanan, SLA/OLA, dan pemantauan layanan

Informasi Dokumen

Atribut Keterangan
Kode Dokumen DTSI-SOP-OPS-08
Kode LPM
Revisi 1.0
Tanggal Efektif — (ditetapkan saat persetujuan Kepala DTSI)
Pemilik Dokumen Departemen Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI), Universitas Harapan Bangsa
Pemilik Proses Kepala Departemen Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI)
Kelas Wajib
Status DRAFT — siap peninjauan pimpinan

1. Tujuan

Mendefinisikan, mengukur, dan melaporkan tingkat layanan yang disepakati antara DTSI dan pemangku kepentingan universitas, serta OLA internal antar tim DTSI—didukung pemantauan proaktif agar penyimpangan terdeteksi dini—selaras ISO/IEC 20000-1 (service level management, monitoring).

2. Ruang lingkup

  • Layanan TI prioritas yang tercantum dalam perjanjian tingkat layanan (SLA) universitas atau fakultas/unit.
  • Infrastruktur pendukung yang memiliki target ketersediaan atau ambang kinerja.

3. Dokumen terkait

Dokumen Relasi
DTSI-SOP-OPS-01 SLA tiket & komunikasi
DTSI-SOP-INC-02 Insiden dari alarm
DTSI-SOP-OPS-04 Log & pemantauan teknis
DTSI-SOP-ADM-02 Tinjauan manajemen
DTSI-REG-KPI-001 Register indikator, target, capaian & bukti

4. Definisi

Istilah Makna
SLA Target layanan terhadap pelanggan internal/eksternal.
OLA Target antar tim DTSI (mis. aplikasi ↔ infrastruktur).
Ketersediaan (uptime terjadwal − downtime tidak terencana) / uptime terjadwal (definisi rinci di lampiran).

5. Isi minimum dokumen SLA (per layanan)

Untuk setiap layanan kritis, dokumen SLA (bisa 1–2 halaman) memuat:

  1. Nama layanan dan pemilik bisnis.
  2. Jam layanan (24×7 atau jam kerja kampus [Diisi]).
  3. Target ketersediaan (nilai persen) [Diisi institusi] dan pengecualian (maintenance terjadwal, force majeure).
  4. Target respons/resolusi insiden per prioritas (selaras DTSI-SOP-OPS-01).
  5. Metode pengukuran dan sumber data (ITSM, monitoring, log).
  6. Frekuensi laporan dan eskalasi jika gagal.

SLA disahkan oleh Kepala DTSI dan mitra bisnis terkait; disimpan terpusat.

6. OLA internal

  1. DTSI menyusun OLA untuk dependensi internal (contoh: tim aplikasi butuh respons infrastruktur dalam X jam).
  2. OLA tidak boleh longgar dari komitmen SLA ke luar tanpa persetujuan eksplisit.

7. Pemantauan

  1. Tetapkan dashboard minimal: ketersediaan layanan kritis, utilisasi CPU/RAM/disk, latensi jaringan kunci, antrian tiket, backup sukses.
  2. Konfigurasikan alarm dengan tingkat keparahan; rute ke on-call / service desk.
  3. Review alarm mingguan untuk mengurangi noise dan false positive.

8. Pelaporan

  1. Bulanan: pencapaian SLA, insiden P1/P2, top penyebab gangguan, tindakan perbaikan.
  2. Kuartalan: tren ketersediaan tahun-ke-tahun, usulan investasi kapasitas.
  3. Laporan disampaikan ke Kepala DTSI dan forum tata kelola TI [Diisi nama forum].

9. Peran dan tanggung jawab

Peran Tanggung jawab
Manajer layanan Menjaga SLA/OLA mutakhir, melaporkan pelanggaran.
Tim infrastruktur Akurasi pemantauan, respons alarm.
Pemilik layanan bisnis Menyetujui revisi target dan penerimaan downtime terencana.

10. Rujukan ISO (indikatif)

  • ISO/IEC 20000-1 — service level management, monitoring and measurement.

11. Rekaman wajib

  • Versi SLA/OLA, laporan bulanan/kuartal, bukti maintenance terjadwal, log downtime.

12. Indikator kinerja proses ini

Indikator Definisi Target
Kepatuhan SLA ketersediaan % bulan memenuhi target per layanan [Diisi]
Alarm yang ditindaklanjuti % alarm kritis dengan tiket dalam 15 menit [Diisi]
Akurasi laporan Temuan audit silang dengan data mentah 0 kesalahan material

13. Tinjauan dokumen

Minimal tahunan atau setelah perubahan kontrak layanan, migrasi besar, atau audit.


Register SOP: Daftar SOP Operasional