Skip to content

Manajemen masalah (problem management)

Informasi Dokumen

Atribut Keterangan
Kode Dokumen DTSI-SOP-OPS-13
Kode LPM
Revisi 1.0
Tanggal Efektif — (ditetapkan saat persetujuan Kepala DTSI)
Pemilik Dokumen Departemen Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI), Universitas Harapan Bangsa
Pemilik Proses Kepala Departemen Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI)
Kelas Wajib
Status DRAFT — siap peninjauan pimpinan

1. Tujuan

Mengurangi jumlah dan dampak insiden dengan mengidentifikasi akar masalah, mendokumentasikan workaround yang diketahui, dan mengusulkan perbaikan permanen melalui perubahan terkendali—selaras ISO/IEC 20000-1 (problem management).

2. Ruang lingkup

Berlaku untuk:

  • Pola insiden berulang atau potensi kerugian besar yang terdeteksi proaktif (tren pemantauan).
  • Masalah yang membutuhkan investigasi mendalam di luar penutupan tiket insiden tunggal.

3. Dokumen terkait

Dokumen Relasi
DTSI-SOP-INC-02 Sumber data insiden
DTSI-SOP-OPS-02 Perbaikan permanen
DTSI-SOP-OPS-06 Koreksi data konfigurasi akar
DTSI-SOP-OPS-01 Komunikasi workaround ke L1

4. Definisi

Istilah Makna
Problem record Tiket/master data masalah dengan status hidup hingga akar ditangani.
Known error Masalah dengan akar diketahui/sementara dan workaround terdokumentasi.
KEDB Basis data known error untuk service desk.

5. Pemicu pembukaan problem record

  1. Tiga atau lebih insiden terkait CI/gejala sama dalam [Diisi: mis. 30 hari]; atau
  2. Satu insiden P1 dengan akar belum jelas; atau
  3. Temuan proaktif (log error berulang, kapasitas hampir penuh berulang).

6. Peran dan tanggung jawab

Peran Tanggung jawab
Problem Manager Prioritas antar problem, koordinasi lintas tim, laporan tren.
Resolver utama Investigasi teknis, uji hipotesis, usulan perbaikan.
Manajer layanan Menjembatani dengan bisnis jika workaround mengubah proses kerja.

7. Prosedur

7.1 Pencatatan

  1. Buat problem record di ITSM; tautkan semua insiden terkait.
  2. Deskripsikan gejala, lingkup, pengguna terdampak estimasi, dan kerugian bisnis.

7.2 Investigasi

  1. Kumpulkan log, perubahan terkini (RFC), dan data pemantauan.
  2. Gunakan metode terstruktur (5 whys, diagram, analisis perubahan).
  3. Dokumentasikan hipotesis yang dibuktikan/dibuang.

7.3 Workaround dan KEDB

  1. Jika workaround ada, tulis langkah untuk L1 (DTSI-SOP-OPS-01) dan publikasikan ke KEDB.
  2. Tandai known error di sistem tiket agar agen cepat mengenali.

7.4 Perbaikan permanen

  1. Usulkan RFC (DTSI-SOP-OPS-02) dengan justifikasi pengurangan risiko/ biaya insiden.
  2. Setelah implementasi, pantau [Diisi: mis. 14 hari] untuk memastikan insiden tidak kembali.

7.5 Penutupan

  1. Tutup problem dengan ringkasan akar, tindakan permanen, dan pembaruan CMDB jika perlu.
  2. Jika akar tidak ekonomis untuk diperbaiki, dokumentasikan keputusan penerimaan risiko dengan persetujuan Kepala DTSI.

8. Rujukan ISO (indikatif)

  • ISO/IEC 20000-1 — problem management.

9. Rekaman wajib

  • Problem record, KEDB, RFC terkait, metrik penurunan insiden sebelum/sesudah.

10. Indikator kinerja

Indikator Definisi Target
Problem tertutup tepat waktu % selesai dalam SLA investigasi [Diisi]
Insiden berulang terhadap problem terbuka Jumlah per bulan Menurun
Cakupan KEDB % known error punya artikel L1 ≥ 90%

11. Tinjauan dokumen

Minimal tahunan atau setelah insiden berulang besar.


Register SOP: Daftar SOP Operasional